Uang Dalam Ekonomi Konvensional Dan Permintaan Uang Dalam Islam

Penulis

  • Suci Maharani Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Budi image/svg+xml Penulis
  • Irmayani Sitorus Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Budi image/svg+xml Penulis
  • Anggun Alvina Mangun Songong Sekolah Tinggi Agama Islam Panca Budi image/svg+xml Penulis

DOI:

https://doi.org/10.62241/alwadiah.v1i4

Kata Kunci:

Uang Konvensional, Permintaan Uang, Ekonomi Islam, Motif Memegang Uang, Riba, Ekonomi Moneter

Abstrak

Penelitian ini mengkaji konsep uang dalam ekonomi konvensional serta permintaan uang dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan sumber-sumber Al-Qur'an, Hadis, dan literatur ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam ekonomi konvensional, uang dipahami sebagai alat tukar, satuan hitung, dan penyimpan nilai yang memiliki harga berupa bunga (interest). Teori permintaan uang konvensional yang dikembangkan oleh Fisher, Keynes, dan Friedman mengakui tiga motif memegang uang: transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi. Sementara itu, Islam memandang uang semata-mata sebagai alat tukar yang harus dikaitkan dengan aktivitas ekonomi riil. Permintaan uang dalam Islam hanya mengakui dua motif yang sah secara syariah, yaitu motif transaksi dan berjaga-jaga, sedangkan motif spekulasi tidak diakui karena bertentangan dengan larangan riba, gharar, dan maysir. Islam mendorong penggunaan uang secara produktif melalui akad-akad syariah seperti mudharabah dan musyarakah. Pemahaman atas perbedaan mendasar kedua konsep ini sangat penting bagi pengembangan sistem keuangan dan moneter syariah yang lebih adil dan berkeadilan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Al-Ghazali, A. H. (1993). Ihya' Ulumuddin. Dar al-Fikr.

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Gema Insani Press.

Chapra, M. U. (1996). Towards a Just Monetary System. The Islamic Foundation.

Chapra, M. U. (2000). Islam dan Tantangan Ekonomi. Gema Insani Press.

Friedman, M. (1956). The Quantity Theory of Money: A Restatement. University of Chicago Press.

Haneef, M. A. (2010). Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer. Rajawali Pers.

Ibnu Khaldun, A. (2000). Muqaddimah Ibnu Khaldun. Pustaka Firdaus.

Karim, A. A. (2014). Ekonomi Makro Islami. Edisi Ketiga. Rajawali Pers.

Karim, A. A. (2016). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Rajawali Pers.

Keynes, J. M. (1936). The General Theory of Employment, Interest and Money. Macmillan.

Mannan, M. A. (1997). Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Dana Bhakti Prima Yasa.

Mishkin, F. S. (2013). The Economics of Money, Banking, and Financial Markets. 10th Ed. Pearson.

Nopirin. (2019). Ekonomi Moneter. Edisi Pertama. BPFE.

Rivai, V., & Arifin, A. (2010). Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep dan Aplikasi. Bumi Aksara.

Siddiqi, M. N. (2004). Riba, Bank Interest and the Rationale of Its Prohibition. IRTI.

Sumar'in. (2013). Ekonomi Islam: Sebuah Pendekatan Ekonomi Mikro Perspektif Islam. Graha Ilmu.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-04

Cara Mengutip

Maharani, S., Sitorus, I., & Songong, A. (2026). Uang Dalam Ekonomi Konvensional Dan Permintaan Uang Dalam Islam. Al Wadiah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 4(1), 28-34. https://doi.org/10.62241/alwadiah.v1i4

Artikel Serupa

1-10 dari 37

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama