Author Guidelines

FORMAT PENULISAN ARTIKEL
1. JUDUL (semua huruf besar, font 14, bold, center)
Judul publikasi (berbeda dari judul penelitian), ditulis dengan mencakupkan kata kunci utama dan tidak menggunakan singkatan, 12-14 kata atau tidak melebihi 50 karakter. Penulis perlu menuliskan juga judul pendek yang diinginkan ditulis sebagai page header di setiap halaman jurnal. Penulis tidak menuliskan kata studi/hubungan/pengaruh dalam judul publikasi. 


2. DATA PENULIS (font 10, center)
Nama lengkap penulis (tanpa singkatan, tanpa gelar) terletak di bawah judul. Urutan penulis berdasar kontribusi dalam proses penulisan (lihat panduan penulisan Dikti tentang petunjuk sistem skor untuk penentuan hak kepengarangan bersama sebuah karya tulis ilmiah). Untuk korespondensi penulis, lengkapi dengan nomor telepon, faksimili, dan alamat e-mail.

3. ABSTRAK (font 10)
Abstrak ditulis dalam 2 bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jumlah kata tidak melebihi 150 kata, tidak ada rujukan, tidak menggunakan angka, singkatan, akronim atau hasil pengukuran kecuali sangat penting. Isi abstrak memuat pendahuluan, tujuan, metode, hasil, simpulan dan kata kunci. Abstrak harus diawali dengan Pendahuluan (latar belakang, masalah, dan tujuan). Setelah itu, jelaskan secara singkat dan jelas mengenai Metode penelitian (desain, sampel, cara pengumpulan, dan analisis data). Hasil penelitian yang ditulis adalah hasil riset yang diperoleh untuk menjawab masalah riset secara langsung. Tuliskan satu atau dua kalimat untuk mendiskusikan hasil dan kesimpulan.

4. KATA KUNCI
Berisi kata atau frase maksimal enam kata, diurutkan berdasarkan abjad, dapat berupa kata bahasa Inggris dan/atau Indonesia.

5. LATAR BELAKANG (font 12)
Latar belakang menguraikan dengan ringkas besarnya masalah  dan justifikasi mengapa penelitian perlu dilakukan. Kebaruan hal yang dihasilkan dari Penelitian. Latar belakang juga harus didukung oleh pustaka yang relevan dan kuat serta mencantumkan tujuan penelitian yang jelas. Hindari menjelaskan metode, data, hasil atau kesimpulan penelitian pada bagian ini. Penulisan latar belakang tidak melebihi 1 halaman.

6. METODE PENELITIAN (font 12)
Bagian metode penelitian menjelaskan secara sistematis bagaimana penelitian dilakukan sehingga memungkinkan peneliti lain untuk mereplikasi studi tersebut. Penulisan disajikan dalam bentuk narasi yang jelas dan terstruktur. Isi dari bagian metode penelitian mencakup pendekatan atau jenis penelitian yang digunakan (misalnya kuantitatif, kualitatif, atau campuran), lokasi dan waktu penelitian, serta subjek atau objek penelitian. Penulis juga perlu menjelaskan teknik penentuan sampel atau informan, termasuk jumlah dan karakteristiknya. Selanjutnya, metode pengumpulan data harus dijelaskan secara rinci, seperti melalui observasi, wawancara, kuesioner, atau studi dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data juga perlu disebutkan, termasuk uji validitas dan reliabilitasnya jika relevan. Bagian ini juga harus memuat teknik analisis data yang digunakan untuk mengolah dan menginterpretasikan data. Penjelasan dapat mencakup metode statistik, analisis tematik, atau teknik analisis lainnya sesuai dengan pendekatan penelitian. Jika penelitian melibatkan prosedur khusus atau perlakuan tertentu, penulis perlu menjelaskan langkah-langkah pelaksanaannya secara runtut. Selain itu, aspek etika penelitian, seperti persetujuan responden atau kerahasiaan data, dapat dicantumkan bila diperlukan. Penulisan metode penelitian harus menggunakan bahasa yang jelas, padat, dan konsisten, serta disusun dalam bentuk paragraf tanpa penggunaan subjudul yang berlebihan.

7. HASIL PENELITIAN (font 12)
Bagian hasil penelitian menyajikan temuan utama yang diperoleh dari proses pengumpulan dan analisis data secara objektif dan sistematis. Penyajian hasil harus langsung berkaitan dengan tujuan atau rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk uraian naratif yang didukung oleh tabel, grafik, atau gambar untuk memperjelas informasi. Setiap tabel atau gambar harus diberi nomor, judul, serta dirujuk dalam teks. Penulis harus memastikan bahwa data yang ditampilkan relevan dan tidak berulang antara narasi dan tabel. Dalam penulisan, hasil penelitian tidak perlu disertai dengan interpretasi yang terlalu mendalam atau pembahasan teoritis, melainkan fokus pada penyampaian fakta atau temuan yang diperoleh. Jika terdapat analisis statistik, hasilnya disajikan secara jelas, termasuk nilai-nilai penting yang mendukung temuan penelitian. Urutan penyajian hasil sebaiknya mengikuti alur pertanyaan penelitian atau hipotesis yang telah ditetapkan sebelumnya. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat dengan mudah memahami keterkaitan antara tujuan penelitian dan hasil yang diperoleh. Penulisan hasil penelitian harus menggunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan informatif, serta menghindari penyajian data yang tidak relevan atau berlebihan.

8. Tabel
Judul tabel ditempatkan di atas tabel. Penomoran tabel dilakukan secara berurutan menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dst). Setiap kolom pada tabel diberi nama sesuai variabel yang ditampilkan (boleh dalam bentuk singkatan baku). Keterangan yang menjelaskan singkatan, kode atau simbol dituliskan sebagai catatan kaki di bagian bawah tabel. Catatan kaki sebaiknya ditulis menggunakan format angka Arab superscript.

9. Gambar
Judul gambar diletakkan di bawah gambar. Grafik atau gambar harus dibuat dalam format hitam-putih. Gambar atau foto yang harus dicetak berwarna akan dipungut biaya bagi penulis sebagai pengganti biaya cetak warna. Rujukan setiap gambar atau grafik disebutkan pada naskah (teks) dengan urutan permunculan sesuai urutan penomoran gambar. Gambar atau grafik harus self explanatory; angka-angka dan satuan harus tergambar dengan jelas pada gambar atau grafik sehingga tidak tergantu pada teks. Singkatan, angka, simbol, tanda panah yang digunakan pada gambar atau keterangan gambar, harus didefinisikan di bawah gambar dengan urutan sesuai abjad. Resolusi gambar minimal tidak ditentukan, namun harus dapat terlihat dengan jelas saat dicetak.

10. PEMBAHASAN (font 12)
Bagian pembahasan berisi interpretasi dan analisis mendalam terhadap hasil penelitian yang telah disajikan sebelumnya. Penulis menjelaskan makna dari temuan penelitian serta mengaitkannya dengan tujuan, rumusan masalah, atau hipotesis penelitian. Dalam pembahasan, penulis perlu menghubungkan hasil penelitian dengan teori, konsep, atau hasil penelitian terdahulu yang relevan. Perbandingan ini bertujuan untuk menunjukkan kesesuaian atau perbedaan temuan penelitian dengan studi sebelumnya, sekaligus memperkuat argumentasi ilmiah. Selain itu, penulis diharapkan dapat menjelaskan implikasi dari hasil penelitian, baik secara teoritis maupun praktis. Jika ditemukan hasil yang tidak sesuai dengan dugaan awal, penulis perlu memberikan penjelasan yang rasional berdasarkan data dan referensi yang ada. Pembahasan juga dapat mencakup keterbatasan penelitian yang memengaruhi hasil, sehingga memberikan ruang bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan pengembangan lebih lanjut. Penulisan bagian pembahasan harus bersifat analitis, logis, dan sistematis, serta menghindari pengulangan data yang telah disajikan pada bagian hasil penelitian. Fokus utama adalah pada penafsiran dan pemaknaan temuan, bukan sekadar penyajian ulang data.

11. KESIMPULAN (font 12)
Bagian kesimpulan berisi ringkasan singkat dari temuan utama penelitian yang secara langsung menjawab tujuan atau rumusan masalah penelitian. Kesimpulan disusun berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, tanpa menambahkan informasi atau data baru. Penulisan kesimpulan harus disajikan secara jelas, padat, dan sistematis dalam bentuk paragraf. Isi kesimpulan menekankan pada inti hasil penelitian serta kontribusi yang dihasilkan, baik secara teoritis maupun praktis. Selain itu, penulis dapat menyertakan implikasi dari hasil penelitian serta rekomendasi atau saran untuk penelitian selanjutnya. Saran yang diberikan harus relevan dengan temuan penelitian dan bersifat aplikatif. Kesimpulan tidak ditulis dalam bentuk poin-poin yang terlalu rinci, melainkan dalam uraian singkat yang mencerminkan keseluruhan hasil penelitian secara komprehensif.

12. REFERENSI (font 12)
Bagian referensi memuat seluruh sumber pustaka yang digunakan dan dikutip dalam naskah. Setiap sumber yang dicantumkan dalam daftar referensi harus benar-benar dirujuk dalam isi artikel, dan sebaliknya, semua sitasi dalam teks harus tercantum dalam daftar referensi. Referensi disusun secara sistematis sesuai dengan gaya sitasi yang ditetapkan oleh jurnal, seperti APA. Penulis diwajibkan menggunakan gaya sitasi secara konsisten di seluruh naskah. Sumber pustaka yang digunakan sebaiknya berasal dari referensi primer dan terbaru, seperti artikel jurnal ilmiah, prosiding, buku akademik, atau sumber resmi lainnya. Disarankan sebagian besar referensi berasal dari publikasi dalam 5–10 tahun terakhir untuk memastikan kebaruan penelitian. Penulisan referensi harus mencantumkan informasi lengkap, meliputi nama penulis, tahun terbit, judul artikel atau buku, nama jurnal atau penerbit, volume, nomor, serta halaman (jika ada). Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote sangat dianjurkan untuk menjaga konsistensi dan memudahkan penulisan sitasi. Referensi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti sumber anonim, blog tanpa kredibilitas ilmiah, atau sumber yang tidak jelas, sebaiknya dihindari.