Integrasi Konsep Qada Dan Qadar Melalui Model Pembelajaran Escape Dalam Mereduksi Existential Dread Siswa: Kajian Psikologi Islam Berbasis Pemikiran Ibnu Miskawaih

Penulis

  • Fikri Ulumudin Nurhakim Universitas Muhammadiyah Bandung image/svg+xml Penulis
  • Sitti Chadidjah Universitas Muhammadiyah Bandung image/svg+xml Penulis

DOI:

https://doi.org/10.62241/alwahyu/iv/1/8/

Kata Kunci:

Existential Dread, Qada Dan Qadar, Ibn Miskawaih, Model ESCAPE, Psikologi Islam

Abstrak

Kecemasan eksistensial (existential dread) yang dipicu oleh ketidakpastian masa depan telah menjadi gangguan psikologis signifikan di kalangan peserta didik, namun kerap terabaikan dalam desain pembelajaran konvensional. Dalam kerangka psikologi Islam, Ibn Miskawaih mengategorikan ketakutan berlebihan terhadap masa depan sebagai penyakit jiwa yang bersumber dari kelemahan rasio dan perlu diterapi melalui penanaman keutamaan serta pemahaman mendalam atas qada dan qadar. Studi ini bertujuan mengonstruksi sintesis konseptual integrasi doktrin qada dan qadar ke dalam sintaks Model Pembelajaran ESCAPE guna mereduksi existential dread siswa. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan dan pendekatan konseptualisasi model, artikel ini menganalisis secara kritis karya Ibn Miskawaih khususnya Tahdzīb al-Akhlāq serta literatur psikologi pendidikan dan desain instruksional terkini. Hasil sintesis menunjukkan bahwa qada dan qadar dapat difungsikan sebagai kerangka terapi kognitif berbasis nilai ketuhanan yang merestrukturisasi keyakinan maladaptif tentang masa depan. Konsep ini diwadahi secara sistematis melalui enam tahapan ESCAPE: Exploration (menggali kecemasan eksistensial), Study (menelaah teks filosofis dan empiris), Creation (merancang makna personal), Assessment (refleksi pergeseran kognitif), Presentation (berbagi wawasan), dan Evaluation (mengukur resiliensi spiritual). Integrasi tersebut tidak hanya menempatkan qada dan qadar sebagai dogma teologis, melainkan sebagai strategi pedagogis transformatif yang menumbuhkan tawakkul aktif, memaknai ketidakpastian secara positif, dan membangun kesehatan mental pelajar.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abu-Raiya, H., & Pargament, K. I. (2015). Religious coping among diverse religions: Commonalities and divergences. Psychology of Religion and Spirituality, 7(1), 24–33. https://doi.org/10.1037/a0037652

American Psychological Association. (2022). Stress in America 2022: Concerned for the future, beset by inflation. https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2022/concerned-future-inflation

Beck, J. S. (2011). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond (2nd ed.). Guilford Press.

Boswell, J. F., Thompson-Hollands, J., Farchione, T. J., & Barlow, D. H. (2013). Intolerance of uncertainty: A common factor in the treatment of emotional disorders. Journal of Clinical Psychology, 69(6), 630–645. https://doi.org/10.1002/jclp.21965

Fakhry, M. (2004). A history of Islamic philosophy (3rd ed.). Columbia University Press.

Ibn Miskawaih. (1999). Tahdzib al-Akhlak: Membina akhlak (Terj. A. R. Shaleh). Pustaka Amani.

Kurniawati, D., & Hidayah, N. (2021). Integrasi nilai-nilai keislaman dalam model pembelajaran untuk meningkatkan resiliensi siswa. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(1), 45–58. https://doi.org/10.14421/jpai.2021.181-04

Ma’arif, M. A., & Hidayat, N. (2021). Problematika pembelajaran akidah akhlak materi qada dan qadar di madrasah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(2), 123-136. https://doi.org/10.14421/jpai.2021.92-03

Muhaimin. (2012). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Remaja Rosdakarya.

Mutiara, D., & Hidayati, F. (2022). Quarter-life crisis pada mahasiswa akhir: Kecemasan masa depan dan kaitannya dengan kebermaknaan hidup. Jurnal Psikologi Insight, 6(1), 33-47. https://doi.org/10.17509/insight.v6i1.45372

Rahmawati, A., & Kusuma, B. (2023). Kecemasan akademik dan existential dread pada mahasiswa Generasi Z di Indonesia. Jurnal Psikologi Ulayat, 10(1), 45-58. https://doi.org/10.24854/jpu10.1.45-58

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy--and completely unprepared for adulthood. Atria Books.

Yalom, I. D. (1980). Existential psychotherapy. Basic Books.

Zubaidah, S. (2019). Keterampilan abad ke-21: Keterampilan yang diajarkan melalui pembelajaran. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 26(2), 125-137.

Zubaidah, S., Corebima, A. D., & Mistianah. (2017). Pengembangan model pembelajaran ESCAPE untuk memberdayakan keterampilan berpikir kritis. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(1), 72–82. https://doi.org/10.17977/jp.v2i1.8443

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Nurhakim, F., & Chadidjah, S. (2026). Integrasi Konsep Qada Dan Qadar Melalui Model Pembelajaran Escape Dalam Mereduksi Existential Dread Siswa: Kajian Psikologi Islam Berbasis Pemikiran Ibnu Miskawaih. Al-Wahyu: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 53-62. https://doi.org/10.62241/alwahyu/iv/1/8/

Artikel Serupa

1-10 dari 39

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama