Sejarah Dan Makna Tradisi Dugderan Sebagai Budaya Islam Lokal Di Kota Semarang (Kajian Historis dan Nilai Pendidikan Sosial-Religius)

Penulis

  • Ibnatul Mubarokah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang image/svg+xml Penulis
  • Aulia Anjani Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang image/svg+xml Penulis
  • Muhammad Rikza Chamami Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang image/svg+xml Penulis

Kata Kunci:

Dugderan, Budaya Islam lokal, Warak Ngendog, Pendidikan Sosial-Religius

Abstrak

Tradisi Dugderan merupakan warisan budaya Islam lokal yang telah berlangsung di Kota Semarang sejak tahun 1881 dan hingga kini masih diselenggarakan setiap menjelang bulan Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah dan asal-usul Tradisi Dugderan, menganalisis Warak Ngendog sebagai simbol akulturasi tiga budaya, mengungkap makna Dugderan sebagai budaya Islam lokal Kota Semarang, serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan sosial-religius yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan historis dan studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui kajian terhadap jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dugderan tidak sekadar ritual seremonial, melainkan mengandung dimensi akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa yang terrepresentasikan dalam figur Warak Ngendog. Tradisi ini menyimpan nilai-nilai pendidikan sosial-religius yang meliputi nilai religius, gotong royong, solidaritas sosial, toleransi antarbudaya, pelestarian budaya lokal, dan pendidikan karakter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Tradisi Dugderan merupakan medium pelestarian identitas budaya Islam lokal Semarang yang tetap relevan dan perlu direvitalisasi secara kontekstual di tengah arus modernisasi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

amalia, F., Absor, M. M. U., Muslih, M. A., Nugraha, F. A., Fatih, L. A., Sofvi, O., & Chamami, M. R. (2025). Akulturasi Budaya Jawa dan Islam dalam Tradisi Dugderan di Masjid Agung Kauman Semarang: Bentuk, Makna dan Proses Historis. Thaqafiyyat : Jurnal Bahasa, Peradaban Dan Informasi Islam, 137–144. https://doi.org/10.14421/THAQ.2025.24203

Cahyono, C. (2018). Warak Ngendog dalam tradisi Dugderan sebagai representasi identitas Muslim urban di Kota Semarang. Jurnal Theologia, 29(2), 339–362. https://doi.org/10.21580/teo.2018.29.2.2937

Hasanah, U. (2019). Arak-arakan simbol Warak Ngendog sebagai media dakwah. Al-I'lam: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(1), 55–66. https://doi.org/10.31764/jail.v3i1.1367

Jati, W. R. (2013). Kearifan lokal sebagai resolusi konflik keagamaan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2), 393–416. https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.251

Kanzul Fikri, M., Siti Prihatiningtyas, S. P., & Siti Solihati. (2025). Komunikasi lintas budaya dalam tradisi Dugderan Semarang sebagai medium penguatan kerukunan. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 6(2), 371–384. https://doi.org/10.53429/j-kis.v6i2.1626

Khasanah, L. (2022). Akulturasi agama dan budaya lokal. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 2(2). https://doi.org/10.57210/trq.v2i02.171

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). PT Rineka Cipta.

Muasmara, R., & Ajmain, N. (2020). Akulturasi Islam dan budaya Nusantara. Tanjak: Journal of Education and Teaching, 1(2), 111–125. https://doi.org/10.35961/tanjak.v1i2.150

Muhajarah, K. (2022). Menjaga tradisi Walisongo. Al-Farabi: Jurnal Kajian Ilmu Pengetahuan dan Filsafat, 19(2), 154–169. https://doi.org/10.30603/jf.v19i2.3041

Mustaghfiroh, S., & Safe'i, B. (2021). Nilai lokal budaya Jawa dan Islam dalam tinjauan multikulturalisme. Culture & Society: Journal of Anthropological Research, 2(4). https://doi.org/10.24036/csjar.v2i4.82

Nahak, H. M. I. (2019). Upaya melestarikan budaya Indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76

Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal: Studi lapangan di Kampung Adat Salapan Desa Gempol Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang Jawa Barat. (2023). Islamic Journal of Education, 2(1), 31–46. https://doi.org/10.54801/ijed.v2i1.173

Ramdani, E. (2018). Model pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal sebagai penguatan pendidikan karakter. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8264

Ratnawati, D., Nurhadi, N., & Rahman, A. (2022). Pembentukan identitas Tionghoa Muslim di kalangan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Semarang. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(4), 1237–1248. https://doi.org/10.32884/ideas.v8i4.998

Rigitta, N. M., & Auliya, A. (2023). Tradisi Dugderan sebagai strategi promosi pemasaran wisata di Kota Semarang. Jurnal Sosial Humaniora Terapan, 5(2). https://scholarhub.ui.ac.id/jsht/vol5/iss2/3/

Senoprabowo, A., Khamadi, K., & Septian, Y. A. (2021). Komik digital Warak Ngendog untuk memperkenalkan nilai kearifan lokal kepada anak di Kota Semarang. Prosiding Seminar Nasional Desain Komunikasi Visual, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.33479/sndkv.v1i.76

Triyanto, T., Rokhmat, N., & Mujiyono. (2013). Warak Ngendog: Simbol akulturasi budaya pada karya seni rupa. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2), 162–171. https://doi.org/10.15294/komunitas.v5i2.2735

Wansyah, H., & Farrah, A. S. (2023). Pengaruh budaya lokal dalam membentuk karakter religius generasi muda di era modern. Jurnal Kependidikan Islam, 13(1), 82–98. https://doi.org/10.14421/jki.2023.131-05

Woodward, M. R. (2011). Java, Indonesia, and Islam. Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-007-0056-7

Zuhdi, M. H. (2017). Dakwah dan dialektika akulturasi budaya. RELIGIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 15(1). https://doi.org/10.28918/religia.v15i1.122

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30

Cara Mengutip

Mubarokah, I., Anjani, A., & Chamami, M. (2026). Sejarah Dan Makna Tradisi Dugderan Sebagai Budaya Islam Lokal Di Kota Semarang (Kajian Historis dan Nilai Pendidikan Sosial-Religius). At-Taklim: Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 198-204. https://journal.pancabudi-stai.ac.id/index.php/at-taklim/article/view/37

Artikel Serupa

11-20 dari 31

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.