Analisis Hukum Islam Atas Najis Nifas : Perspektif Ulama Masa Kini Dan Etika Permbersihan
DOI:
https://doi.org/10.62241/alwadiah.v1i40Kata Kunci:
Hukum Islam, Najis, Nifas, Ulama Masa Kini, Etika Pembersihan, Fikih PerempuanAbstrak
Penelitian ini menganalisis status najis nifas dalam perspektif hukum Islam dengan fokus pada pandangan ulama masa kini serta etika pembersihan yang relevan. Nifas, sebagai darah yang keluar pascapersalinan, memiliki konsekuensi hukum signifikan yang memengaruhi ibadah perempuan. Kajian ini menggunakan pendekatan normatif-yuridis dengan menelaah literatur fikih klasik dan kontemporer serta fatwa-fatwa otoritatif terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama masa kini cenderung mempertahankan kerangka dasar fikih tentang nifas seperti batas maksimal 60 hari dan kewajiban mandi wajib setelah suci namun dengan penyesuaian pada isu-isu kontemporer, termasuk status darah nifas pada kasus keguguran dan kehamilan kembar yang diperdebatkan. Penelitian juga mengungkap adanya pergeseran paradigma dari stigma negatif terhadap darah nifas menuju pemahaman yang lebih menghormati proses biologis perempuan. Dalam aspek etika pembersihan, penelitian menemukan bahwa prosedur pensucian dari najis nifas mengikuti kaidah umum taharah, dengan penekanan pada aspek kebersihan dan kesehatan reproduksi. Penelitian ini menyimpulkan perlunya pendekatan yang lebih kontekstual dan humanis dalam penetapan hukum nifas tanpa mengabaikan otoritas teks klasik
Unduhan
Referensi
Abdullah, I. (2018). Fiqih Thaharah: Panduan Praktis Bersuci. Pustaka Media.
Al-Juzairi, S. A. (2015). Fikih Empat Madzhab Jilid 1 (Vol. 1). Pustaka Al-Kautsar.
Al-Khasyt, M. U. (2017). Fikih Wanita: empat mazhab. Ahsan Publishing.
Ali, A. (2014). Mengharmoniskan Hubungan Syiah dan Sunni: Perspektif Ushul Fikih. Harmoni, 13(3), 126–137.
Aripin, J., & Latif, A. (2006). Filsafat Hukum Islam: Tasyri’dan Syar’i. Jakarta: UIN Jakarta Press. Cet, 1.
Febrinada Zhelomitha Maurend, & Moh. Mustaqim. (2022). Eksperimen Sains Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Amaliyatu Tadris (AMYTA), 1(1 SE-Articles).
Maghfiroh, A., & Arifin, M. B. U. B. (2025). Islamic Students’ Understanding Of Menstruation, Postpartum, And Istihadhoh: Pemahaman Mahasiswa Islam Tentang Menstruasi, Pasca Melahirkan, Dan Istihadhoh. Indonesian Journal Of Islamic Studies, 13(2), 10–21070.
Mardiah, R. H. (2015). Ibadah Penuh Berkah Ketika Haid Dan Nifas. Jakarta: Lembar Langit.
Muslim, T. S. (2020). Shahih muslim. STUDI KITAB HADIS: Dari Muwaththa’ Imam Malik hingga Mustadrak Al Hakim, 54.
Rahardjo, M. (2011). Metode pengumpulan data penelitian kualitatif.
Ri, D. A. (2010). Al-Qur’an dan tafsirnya. Jakarta: Lentera Abadi, 220.
Rifa’i, H. M. (1996). Fiqih Islam Lengkap. Toha Putra.
ROSLE, N. U. R. A. B. B. (2025). STUDI KOMPARATIF PENDAPAT IMAM MALIK DAN IMAM Al-SYAFI’I TENTANG MASA SUCI DIANTARA DUA HAIDH (Al-NAQA’). UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU.
Rosmita, E., Sampe, P. D., Adji, T. P., Shufa, N. K. F., Haya, N., Isnaini, I., Taroreh, F. J. H., Wongkar, V. Y., Honandar, I. R., & Rottie, R. F. I. (2024). Metode penelitian kualitatif. CV. Gita Lentera.
Rusyd, I. (2007). Al Faqih Abul Wahid Muhammad Bin Ahmad Bin Muhammad. Terjemahan Analisa Fiqh Para Mujtahid.
Sa’adah, N., & Zafi, A. A. (2020). Hukum seputar darah perempuan dalam Islam. Martabat: Jurnal Perempuan Dan Anak, 4(1), 155–174.
Safarudin, R., Zulfamanna, Z., Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian kualitatif. Innovative: Journal Of Social Science Research, 3(2), 9680–9694.
Salsabilla, A. Z., & Maulida, T. A. (2023). Pembagian Najis Dalam Agama Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 2(6), 518–525.
SECARA, W. Y. M. (2018). TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP MASA NIFAS.
Susanto, D., & Jailani, M. S. (2023). Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ilmiah. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 53–61.
Zaidan, A. K., Fannami, B., & Shaleh, A. R. (1998). Ensiklopedia hukum wanita dan keluarga. Robbani Press.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jelita Aprilia, Herry Syahbannuddin Nasution, Hamdani Rokan (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
