Stimulasi Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Bermain Mandiri: Studi Peran Guru DI TK Az-Zahra Islamic Plus Indonesia

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.62241/alwahyu/iv/1/30/

Kata Kunci:

Peran Guru, Kemandirian Anak, Bermain Mandiri, Anak Usia Dini.

Abstrak

Kemandirian merupakan salah satu aspek perkembangan yang penting ditanamkan sejak usia dini karena menjadi dasar bagi pembentukan sikap percaya diri, tanggung jawab, dan kemampuan anak dalam menyelesaikan berbagai aktivitas secara mandiri. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menstimulasi kemandirian anak adalah melalui kegiatan bermain mandiri dengan dukungan dan bimbingan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian anak serta menganalisis peran guru dalam menstimulasi kemandirian anak melalui kegiatan bermain mandiri di TK Az-Zahra Islamic Plus Indonesia Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain mandiri mampu memberikan kesempatan kepada anak untuk memilih aktivitas, menyelesaikan tugas, bertanggung jawab terhadap penggunaan alat bermain, serta membangun rasa percaya diri. Peran guru diwujudkan sebagai perencana, fasilitator, pembimbing, motivator, dan evaluator dalam setiap tahapan kegiatan bermain mandiri. Guru memberikan stimulasi melalui pemberian kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi, memberikan arahan seperlunya, penguatan positif, serta membiasakan anak menyelesaikan aktivitas tanpa ketergantungan kepada orang lain. Dengan demikian, kegiatan bermain mandiri yang didukung oleh peran guru secara optimal menjadi strategi yang efektif dalam menstimulasi kemandirian anak usia dini di TK Az-Zahra Islamic Plus Indonesia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Afifuddin. (2013). Psikologi pendidikan. Bumi Aksara.

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode penelitian kualitatif studi pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980.

Ambarita, R., Yuniati, Y., & Purnamasari, I. (2022). Peran orang tua dalam mendampingi perkembangan anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(3).

Ardianti, M., Marwandi, & Hakim, L. (2016). Peranan guru dalam penanaman kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Mazmur 21 Pontianak Selatan. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Untan.

Chairilsyah, D. (2019). Analisis kemandirian anak usia dini. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 88–98.

Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (Terjemahan). Pustaka Pelajar.

Desmita. (2016). Psikologi perkembangan peserta didik. PT Remaja Rosdakarya.

Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.

Hurlock, E. B. (1978). Child development (6th ed.). McGraw-Hill.

Kuswanto, C. W. (2016). Menumbuhkan kemandirian anak usia dini melalui bermain. Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2).

Mentari, D., dkk. (2025). Child-centered learning in fostering independence among early childhood learners. Indonesian Journal of Early Childhood Education Research (IJECER), 4(2).

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Montessori, M. (1967). The discovery of the child. Ballantine Books.

Mz, I. (2018). Peran konsep diri terhadap kedisiplinan siswa. NALAR: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam, 2(1), 1–11.

Priyanto, A. (2014). Pengembangan kreativitas pada anak usia dini melalui aktivitas bermain. Jurnal Ilmiah Guru COPE, (2), 41–47.

Rahmawati, N., & Suryana, D. (2022). Play-based learning as a strategy to improve independence in early childhood education. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(5), 4987–4998.

Rosnelli. (2023). Manajemen pembelajaran dalam membentuk karakter mandiri anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3).

Sa'Diyah, R. (2017). Pentingnya melatih kemandirian anak. Kordinat: Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 16(1), 31–46.

Safitri, D. (2019). Menjadi guru profesional. Rineka Cipta.

Sari, R., Fitriani, Y., & Nurhayati, D. (2023). The role of teachers in fostering independence among early childhood learners through play-based learning. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4567–4579.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Susanto, A. (2017). Pendidikan anak usia dini: Konsep dan teori. Bumi Aksara.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Widat, F., Hamdia, M., & Alfiyah, N. (2023). Strategi guru dalam membentuk karakter mandiri anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4).

Wiyani, N. A. (2017). Membangun karakter anak usia dini. Ar-Ruzz Media.

Yusuf, A. M. (2013). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan penelitian gabungan. Kencana.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Suheni, S., Anggreni, A., & Hasibuan, M. (2026). Stimulasi Kemandirian Anak Usia Dini Melalui Bermain Mandiri: Studi Peran Guru DI TK Az-Zahra Islamic Plus Indonesia. Al-Wahyu: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 225-231. https://doi.org/10.62241/alwahyu/iv/1/30/

Artikel Serupa

1-10 dari 28

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>