Peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Dalam Meningkatkan Penjualan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Desa Keramat Kuba Kabupaten Simalungun
DOI:
https://doi.org/10.62241/alwadiah.v1i35Kata Kunci:
Kawasan Ekonomi Khusus; KEK Sei Mangkei; UMKM; Penjualan; Desa Keramat KubaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta peningkatan penjualan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Keramat Kuba, Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap sepuluh pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik purposive sampling, meliputi usaha katering, warung kelontong, jasa laundry, kontrakan/kos-kosan, sewa kendaraan, tambal ban, agen BRILink, es segar, sarapan pagi, dan air minum masak. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan merujuk pada Teori Kawasan Ekonomi Khusus (Farole & Akinci, 2016) dan Teori Trickle-Down Effect (Todaro & Smith, n.d.) sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan KEK Sei Mangkei berperan signifikan terhadap aktivitas ekonomi Desa Keramat Kuba melalui peningkatan jumlah konsumen, mobilitas ekonomi, serta munculnya permintaan terhadap jasa pendukung baru. Seluruh informan mengalami peningkatan omzet penjualan setelah KEK beroperasi, dengan rata-rata peningkatan berkisar 70-90%, disertai munculnya jenis usaha baru seperti kontrakan, sewa kendaraan, dan agen BRILink. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan dampak negatif berupa terbatasnya akses masyarakat lokal terhadap lapangan kerja formal di dalam KEK, sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan sebagian besar bersifat tidak langsung melalui aktivitas konsumsi para pekerja pendatang.
Unduhan
Referensi
Creswell, J. W. (2016). Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran.
Farole, T., & Akinci, G. (2016). Special economic zones: Progress, emerging challenges, and future directions. World Bank.
Fauzi, A. (2018). Ekonomi regional dan perkotaan: Teori dan aplikasi.
Kementerian Koperasi dan UKM RI. (2023). Laporan perkembangan UMKM nasional.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.).
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif.
Nurkhayati, F., & Fitrady, A. (2022). Pengaruh pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Simalungun.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif.
Tambunan, T. (2019). UMKM di Indonesia: Perkembangan, kendala, dan tantangan.
Tarigan, R. (2015). Ekonomi regional: Teori dan aplikasi.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (n.d.). Pembangunan ekonomi.
Widianto, Y. W., & Yudhistira, M. H. (2018). Peran KEK Sei Mangkei dalam pengembangan ekonomi lokal di Kabupaten Simalungun.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nur Muslimah, Muhammad Alqodri Pratama, Ali Syahlan (Penulis)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
